Senin, 09 Februari 2015

Tips 2

8 Tips Menulis Novel Fiksi ala Paulo Coelho

Bagi Anda para pecinta fiksi mistik, sufistik atau filosofis, tentu tak asing dengan nama penulis berdarah Amerika Latin, Paulo Coelho. Dari tangannya, terlahir karya masyhur seperti; The Alchemist, The Zahir, The Witch of Portobello, Eleven Minutes, The Winner Stands Alone dan sebagainya. Karya-karyanya telah terjual lebih dari 100 juta kopi, diterjemahkan dalam 67 bahasa di 150 negara di dunia, termasuk bahasa Indonesia.


Dalam web blog pribadinya, Coelho berbagi tips cara menulis buku atau novel sebagaimana pengalamannya selama ini kepada para penggemarnya. Berikut adalah beberapa cara yang perlu harus lakukan:

Pertama, Keyakinan. Anda tidak bisa menjual buku yang diterbitkan berikutnya jika kita memandang rendah buku yang baru saja Anda terbitkan. Jadi, berbanggalah dengan apa yang Anda miliki.

Ke dua, Percaya. Percayalah kepada pembaca, jangan menjelaskan sesuatu terlalu detail. Cukup beri petunjuk dan, biarkan para pembaca memenuhi petunjuk tersebut dengan imajinasi mereka sendiri.

Ketiga, Pengalaman.  Anda tidak bisa memulai sesuatu berangkat dari ruang yang kosong. Ketika menulis sebuah buku, gunakanlah pengalaman Anda.

Ke empat, Kritik. Beberapa penulis ingin menyenangkan rekan-rekan mereka sesama penulis, mereka ingin “diakui”. Ini menunjukkan rasa tidak aman dan tidak ada lagi. Lupakan hal ini. Anda harus peduli untuk berbagi jiwa dan bukan untuk menyenangkan penulis lain. Anda diperkenankan mengkritik ataupun dikritik.

Ke lima, Membuat Catatan. Jika sibuk menangkap ide-ide yang ada, Anda sendiri akan lenyap. Anda akan kehilangan emosi dan lupa bagaimana menjalani hidup Anda sendiri. Lupakan mencatat! Karena hal yang penting adalah hal yang tidak penting itu sendiri.

Ke enam, Penelitian. Jika Anda membuat buku dengan banyak catatan penelitian, buku Anda akan membosankan untuk Anda sendiri dan para pembaca. Novel yang Anda buat bukan untuk menunjukkan betapa cerdas Anda. Ia menunjukkan bagaimana jiwa Anda.

Ke tujuh, Penulisan. Saya menulis buku yang ingin saya tulis. Pada kalimat pertama terdapat benang yang akan membawa Anda hingga akhir cerita.

Ke delapan, Gaya. Jangan sekali-kali mencoba untuk berinovasi bercerita, menceritakan sebuah cerita yang bagus dan itu ajaib. Saya melihat orang-orang mencoba untuk bekerja begitu banyak dalam gaya, mencari cara yang berbeda untuk mengatakan hal yang sama. Ini seperti fashion. Gaya pakaian, tetapi pakaian yang dikenakan tidak mendikte apa yang ada di dalamnya.

 Gramedia Grasindo   

Tips Menulis Novel

Ini cocok buat yang sedang nulis novel 
smile emotikon
Contoh deskripsi karakter dalam naskah:
The Golden Compass by Philip Pullman (page 12):
“Lord Asriel was a tall man with powerful shoulders, a fierce dark face, and eyes that seemed to flash and glitter with savage laughter. It was a face to be dominated by, or to fight: never a face to patronize or pity. All his movements were large and perfectly balanced, like those of a wild animal, and when he appeared in a room like this, he seemed a wild animal held in a cage too small for it.”
Setiap penulis, punya aturan tersendiri dalam menuliskan kisahnya. Bagi saya, pondasi paling penting dari cerita adalah karakter. Kalau karakternya jelas, mau dibawa ke mana saja cerita dan mau dibuat seberapa panjang, akan tetap gampang.
Karakter adalah bagian paling penting dari setiap cerita. Kita perlu menginvestasikan cukup banyak waktu untuk merancang karakter sebelum mulai menulis. Untuk masing-masing karakter utama, mungkin perlu satu jam tersendiri menuliskan ringkasan yang menceritakan:
Nama karakter.
Ringkasan satu kalimat dari alur cerita karakter (ini biasa saya sebut ide dasar).
Motivasi karakter (apa yang dia inginkan secara abstrak?).
Tujuannya karakter (apa yang dia inginkan secara konkret?).
Konflik karakter (apa yang mencegah dia dari mencapai tujuan ini?).
Pencerahan karakter (apa yang akan dia pelajari, bagaimana dia berubah?).
Sebuah ringkasan satu paragraf alur cerita karakter.
Membaca ulang keseluruhan desain karakter.
Merevisi desain karakter sampai benar-benar manusiawi.
Membuat karakter yang detail, clear, manusiawi akan menghindarkan kita dari merevisi sekian ratus halaman karena karakter tidak jelas.
Seperti ke Italia banyak jalannya, menulis cerita juga banyak pilihan caranya. Temukan cara yang paling pas untuk memulai dan kembangkan terus sampai menjadi cara yang mudah bagi anda.
Happy Writing, Be A Good Writer smile emotikon
Ari Kinoysan Wulandari